:: Selamat Datang di Website Resmi YAYASAN MIFTAHUL HUDA KROYA CILACAP, Pondok Pesantren Putri Al Hidayah :: ::

Abah Anom, Suryalaya

Posted by alhidayahkroya Selasa, 03 Juli 2012 0 komentar
Abah Anom Lahir 1 Januari 1915 di Kampung Godebah, Suryalaya, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Keluarga bapaknya Syekh H Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad atau Abah Sepuh dan ibunya Hj Juhriyah. Semasa hidupnya Abah Anom mengenyam pendidikan umum di Sekolah Dasar Zaman Belanda "Vervoleg School" di Ciamis 1923-1931, kemudian masuk Madrasah Tsanawiyah di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya 1929-1931.

Selanjutnya menambah ilmu agama di Pesantren Cicariang, Pesantren Gentur dan Jambudipa Kabupaten Cianjur, kemudian Pesantren Cireungas-Cimalati Kabupaten Sukabumi yang mendalami khusus ilmu Hikmat, tarekat, dan ilmu beladiri seperti silat, lalu Pesantren Citengah, Kabupaten Ciamis.

Bahkan Abah Anom melaksanakan Riyadoh dan ziarah ke makam para wali atas perintah ayahnya sambil menimba ilmu di pesantren Kaliwungu-Kendal-Jawa Tengah, kemudian di Bangkalan Madura bersama kakak kandungnya H.A Dahlan dan wakil Abah Sepuh KH Pakih dari Talaga, Majalengka.

Selanjutnya menunaikan ibadah haji ke Mekah tahun 1938, kemudian di Mekah memperdalam ilmu Tasawuf dan Tarekat selama tujuh bulan kepada syekh H Romli asal Garut, wakil Abah Sepuh yang bermukim di Jabal Gubeys, Mekah.
Setelah itu Abah Anom membantu bapaknya Abah Sepuh mengajar di Pesantren Suryalaya dan ikut berjuang menegakkan kemerdekaan Indonesia, hingga akhirnya diangkat memimpin pesantren Suryalaya dan menjadi Wakil Abah Sepuh.

Abah Anom bersama TNI aktif melawan gangguan keamanan yang diakibatkan oleh gerombolan DI/TII dan mendapatkan penghargaan jasa dibidang keamanan.

Selanjutnya Abah Anom aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan diberbagai bidang seperti pertanian, pendidikan, lingkungan hidup, sosial, kesehatan, koperasi dan politik sehingga banyak menerima penghargaan dari pemerintah.

Beliau Juga sejak tahun 1980 hingga wafatnya telah mendirikan sebanyak 22 Inabah sebagai panti rehabilitasi remaja korban narkotika dan telah berhasil menyembuhkan banyak para santri binaannya yang tergantung pada narkotika.

Sejak kepemimpinan Abah Anom di pondok pesantren itu cukup banyak dikunjungi berbagai tamu negara Indonesia maupun sejumlah pejabat negara dari berbagai mancanegara. (ref)

Salah Satu Karomah AbahAnom


Suatu ketika, Abah Anom didatangi KH Maksum yang memiliki seorang istri yang sedang mengandung. Menurut vonis dokter, istri kiai tersebut bukanlah kehamilan normal yang melainkan kanker yang harus dibuang.


Kiai Maksum meminta doa Abah Anom agar istrinya diberi kelancaran saat operasinya nanti. Lalu Abah Anom mendoakan agar kanker tersebut menjadi janin hidup. “Heug, sing jadi jelema (mudah-mudahan biar menjadi manusia, red)”, ujar Abah Anom dengan suara teduh.

Setelah pertemuan itu, istri Kiai Maksum merasakan gerakan-gerakan dalam rahimnya itu, lalu memeriksakan diri ke dokter. Dokter pun sama terkejutnya dengan pasangan istri Kiai Maksum sebab janin mati itu atas izin Allah SWT berubah menjadi janin hidup.

Setelah sembilan bulan mengandung, janin itu lahir menjadi seorang bayi laki-laki yang diberi nama Sufi Firdaus. Idos panggilan anak itu, hingga saat ini masih hidup dan mengabdikan dirinya untuk menjadi murid Abah Anom.

Abah Anom meninggal dunia pada usia 96 tahun, Senin (5/9/2011) sekitar pukul 11.30 WIB atau bertepatan dengan hari jadi Pesantren Suryalaya 5 September 1905. (ref)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan isi komentar, pada kolom "beri komentar sebagai" pilih "NAME/URL"cukup diisi nama tanpa perlu isi URL, tapi kalo mau isi ya alhamdulillah....

Total Tayangan Laman

Follow by Email

Google+ Followers